Buntut Ceramahnya Yang Viral, Baequni Diringkus Polisi

FAST DOWNLOADads
Download







RMOLSumsel. Beberapa waktu kemudian viral di media sosial, seorang ustad berceramah di masjid. Ia menyampaikan kepada jamaah, di antara ribuan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia sebagian alasannya ialah diracun. Dia ialah Rahmat Baequni.


Oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat, Rahmat Baequni ditetapkan sebagai pembuat dan penyebar hoax. Baequni sendiri membantah membuatkan info bohong, ia mengaku dirinya hanya mengutip dari pemberitaan yang sudah viral di media sosial.


Nama Baequni belakangan cukup populer. Ia menjadi perbincangan di media umum terkait tuduhan desain kelompok illuminati pada Masjid Al Safar di Bandung, Jawa Barat.


Ia diduga menebar hoax tampil dalam video ceramah yang menuduh sejumlah petugas KPPS meninggal dunia akhir diracun.


“Sejauh ini yang kita menetapkan sebagai tersangka ialah RB alamat di Parakan Saat Cisaranten Kota Bandung dan untuk TKP ada di kawasan Balendah,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Trunoyudho Wisnu Andiko di Mapolda Jawa Barat, Jumat (21/6), sebagaimana diberitakan BBC News Indonesia, Jumat (21/6).


“Ancaman pidananya di atas lima tahun penjara,” imbuhnya.


Polisi menjeratnya dengan Pasal 14 ayat 1 dan atau Pasal 15 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1946 dan atau Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU nomor 19 tahun 2016 ihwal perubahan terhadap UU nomor 11 tahun 2008 ihwal ITE dan atau pasal 207 KUHPidana.


   
Polisi, berdasarkan Trunoyudho, mendapat alat bukti berupa rekaman video dan jejak digital dari sejumlah warganet.


Tidak hanya kasus hoaks soal anggota KPPS diracun, polisi juga tengah mendalami kasus info bohong yang bakal menjerat Baequni soal tuduhan Densus Antiteror membuat teroris yang diduga terdapat dalam rekaman video yang dibentuk pada 2018.


“Semua konten tidak benar, apapun, kita akan melaksanakan tindakan tegas dan dalam hal ini melaksanakan proses penegakan hukum,” kata Trunoyudho.


Baequni yang dihadirkan dikala jumpa pers menyatakan akan bersikap kooperatif dan siap menjalani proses pemeriksaan.


Ditanya oleh wartawan soal motif memberikan informasi bohong tersebut, penceramah itu berdalih, dirinya hanya mengutip apa yang sudah ramai dibicarakan di media sosial.


“Tentang apa yang diberitakan bila saya membuatkan info bohong terkait anggota KPPS yang meninggal dunia, itu saya hanya mengutip saja dari pemberitaan yang sudah viral di media sosial.


“Saya tanya kepada jamaah dan jamaah sudah pada tahu dan menganggukkan kepala. Kaprikornus memang itu sudah ramai di media umum info tersebut,” ungkap Baequni yang mengenakan gamis biru keabu-abuan dan masker di wajahnya ini.


Baequni sendiri mengaku tidak menyakini bahwa anggota KPPS diracun.  Ia memberikan hal itu dalam ceramahnya alasannya ialah dimintai pendapat oleh jamaahnya untuk menyikapi kabar tersebut.


“Tidak (yakin), saya menyatakan, ada informasi, saya tidak menyakini dan saya masih mempertanyakan. Kita lihat prosesnya menyerupai apa nanti, dan itu salah satu yang diajukan Tim BPN (paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno) ke MK dan kita lihat hasilnya,” ujar Baequni.


Pria itu menegaskan, dirinya tidak berniat membuat kisruh atau memecah belah bangsa. “Saya cinta tanah air ini, saya cinta bangsa ini, mustahil saya memecah belah bangsa,” katanya.


Nama Baequni menjadi perbincangan di media umum seiring tuduhan rancang berdiri Masjid Al-Safar memuat unsur illuminati.[ida]









>>Artikel Asli<<


FAST DOWNLOADads
Download
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url