Heboh Bule Ngomel-Ngomel Di Atap Rumah Di Ubud, Ini Kata Polisi

Gianyar –
Seorang bule bikin geger warga alasannya diberitakan mengamuk dan bertingkah laris asing di Jalan Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Bali. Bule itu juga sempat naik di bab atap rumah dan mengambil sesuatu yang tersangkut di kabel telepon.
“Lokasi persisnya di jalan mau ke arah Monkey Forest di depan rumah homestay-nya sekitar pukul 13.00 Wita,” kata Kapolsek Ubud Kompol I Nyoman Nuriana saat dimintai konfirmasi via telepon, Senin (24/6/2019).
“Dia ngomel-ngomel, diajak ngobrol sama anggota biasa saja, kecuali ngamuk, itu kan merusak kemudahan umum, melukai orang. Mungkin suaranya saja, alasannya mungkin stres duitnya habis,” ucap Nuriana.
Nuriana menyampaikan bule yang bertelanjang dada dan bercelana kolor itu rupanya jago berbahasa Indonesia. Setelah diajak ngobrol anggotanya, bule itu pun dilepaskan.
“Sudah sanggup diajak ngobrol, sudah berilmu bahasa Indonesia kok. Orang sudah normal, ditenangin nggak ada masalah, kecuali ia merusak kemudahan umum dan melukai orang, itu kan ada buktinya. Kita juga nggak berani bawa orang bila cuma ngomel, kita ambil nanti salah,” sambungnya.
Nuriana tak menampik pihaknya juga kerap menerima laporan kelakuan bule-bule yang bertingkah asing di wilayah Ubud. Dia mencontohkan pada Sabtu (22/6) malam kemudian warganya juga dibikin geger oleh koper yang ditinggalkan seorang bule di pinggir jalan.
“Ada bule kopernya ditaruh di jalan. Kita resah hingga ambil metal detector. Ternyata isinya bantal. Kejadian Sabtu (22/6) malam di Jl Hanoman itu ternyata bingung, ini kok orang ninggalin koper, kopernya buruk lagi, ternyata isi bantal. Kita ambil metal detector nggak ada bunyi apa-apa, ternyata isinya bantal, yang penting kita sabar,” dongeng Nuriana sambil tertawa.
Dia menyampaikan selama ini di daerah Ubud memang banyak warga asing yang bertingkah. Selama mereka tidak merusak kemudahan umum atau melukai orang, pihaknya pun tak sanggup mengangkut orang sembarangan.
“Banyak bule, terutama yang tinggal di homestay-homestay harus sabar ngadepin-nya alasannya daerah wisata. Kita kan berusaha jadi pelayan terbaik buat masyarakat, pengayom, pelindung, masyarakat kan, ‘Izin, Pak, ini orang ribut-ribut’. Yang penting tidak merusak kemudahan umum, tidak melukai orang, ngomel-ngomel, orang gila, biarin aja,” tuturnya.
(ams/knv)
