Iko Uwais Ungkap Perbedaan Syuting Film Di Indonesia Dan Hollywood

FAST DOWNLOADads
Download





VIVA – Iko Uwais berpengalaman membintangi film skala produksi internasional. Hal itu membuatnya dapat menyimpulkan perbedaan paling mencolok ketika syuting di Tanah Air serta Hollywood.


Pada 24 Juli 2019 mendatang, film terbarunya bertajuk Stuber akan tayang serentak di seluruh bioskop Tanah Air. Untuk kesekian kalinya, Iko kembali beradu akting dengan gugusan pemain film papan atas, yakni Dave Bautista dan Kumail Nanjiani.


Menurut Iko, Hollywood sangat menjunjung tinggi kedisiplinan waktu. Mereka sangat memperhitungkan hal tersebut melebihi apa pun. Ini dilakukan demi menghargai waktu itu sendiri.


“Yang saya paling rasakan jika kerja di luar, mereka sama persoalan waktu sangat strict. Enggak mungkin syuting 24 jam, palingan 12 jam lah. Kelebihan syuting satu menit pun harus minta izin alasannya yaitu syuting melibatkan orang banyak,” kata Iko Uwais ketika ditemui di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin, 24 Juni 2019.


Selain waktu, orang-orang di Hollywood juga menghargai tenaga serta pikiran. Tidak hanya para aktor, tapi juga kru produksi, “Benar-benar sangat dihargai persoalan tenaga dan pikiran juga. Karena mereka punya prinsip, apa yang mereka kerjakan tuh harus setara sama imbalan yang mereka dapat,” ujar bintang film The Raid itu.


Kedisiplinan menjadi faktor utama yang menciptakan produksi film di Hollywood berjalan lancar. Iko menyebutkan bahwa mereka hanya fokus mengerjakan job desk masing-masing dan tidak berani menyentuh pekerjaan orang lain. Jika mereka ingin membantu, harus minta izin terlebih dahulu.


“Kalau di sini (Indonesia) lebih ada kekeluargaan ya. Kalau di sana (Hollywood), semua fokus dengan job desk masing-masing. Mereka sangat takut persoalan kedisiplinan. Kalau itu bukan kerjaan mereka, enggak bakal disentuh,” tuturnya.


Selama menjalani proses syuting Stuber kurang lebih dua bulan, suami Audy Item itu tidak merasa adanya diskriminasi. Menjadi satu-satunya pemain film asal Indonesia, Iko harus menunjukkan yang terbaik. Ia juga harus kenal waktu, kapan waktunya istirahat dan kapan waktunya kerja. 


“Produksi di Hollywood, pemain film harus bekerja semaksimal mungkin. Jangankan 100 persen, jika sanggup lebih dari 1000 persen. Fasilitas dikasih dari sana, kita sanggup istirahat atau melaksanakan acara lain sebelum syuting. Enggak dibedakan antara abjad besar ataupun kecil, semuanya setara. Kalau waktunya istirahat, ya, istirahat. Kalau harus kerja, ya, kerja,” katanya.


Sementara itu, film Stuber menceritakan wacana petualangan seorang sopir Uber berjulukan Stu (Kumail Nanjiani) yang tidak sengaja terlibat dalam penyelidikan tindakan kriminal bersama polisi berjulukan Vic (Dave Bautista), gotong royong mereka berusaha menangkap Tedjo (Iko Uwais). 


 






>>Artikel Asli<<


FAST DOWNLOADads
Download
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url