Sang Penentu Nasib Artikel Yang Punya Tanggung Jawab Ekstra

FAST DOWNLOADads
Download





Jika kau merasa sudah belasan, bahkan puluhan kali menulis artikel dan belum satupun dipublikasikan, tentu kau akan bertanya-tanya. Apakah artikel saya telah dibaca? Sebenarnya, apa sih yang dilakukan oleh editor? Bukankah mereka harus memperlihatkan respons atas goresan pena yang saya kirim?


Editor membaca isi tulisanmu dan memperbaiki tata bahasa, penulisan dan tanda baca. Mereka juga akan membenahi tulisanmu biar para pembaca gampang memahami apa yang kau tulis. Mereka juga akan memverifikasi fakta sesuai standar jurnalistik yang ada dan mengevaluasi artikelmu untuk memilih sanggup atau tidaknya dipublikasikan. Nah, artikel kali ini tidak lagi berbicara mengenai keluhan yang kau rasakan saat menulis, tetapi memberikan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang editor.


1. Kok bisa menjadi seorang editor?


 bahkan puluhan kali menulis artikel dan belum satupun dipublikasikan Sang Penentu Nasib Artikel yang Punya Tanggung Jawab EkstraPixabay/pixelcreatures

Mungkin, saking kesalnya alasannya yakni belum satupun tulisanmu dipublikasikan, kau akan bertanya mengenai dapat dipercaya editor yang mendapatkan artikelmu. Jangan-jangan mereka tidak mempunyai kemampuan sebagai seorang editor? Apakah tim editor yang mendapatkan goresan pena atau artikel cukup kompeten? Bagaimana mereka bisa menjadi editor? 


Umumnya seorang editor mempunyai gelar sarjana di bidang bahasa, komunikasi atau jurnalistik. Mereka juga mempunyai pengalaman-pengalaman menjadi proofreading dan penulis. Bahkan, beberapa di antara mereka mempunyai pengalaman bekerja di banyak sekali platform media massa baik cetak maupun online dengan banyak sekali area spesialisasi. Area tersebut bisa saja mengenai gaya hidup, olah raga, kuliner, pendidikan, dan sebagainya.


Kemampuan yang dimiliki oleh seorang editor sanggup diperoleh dari pengalaman kerja sebelumnya atau melalui banyak sekali proses training yang formal. Banyak editor memulai karir mereka sebagai pelapor berita, ajun editorial maupun sebagai penulis. Jadi, sudah semestinya goresan pena dan artikel yang kita kirimkan sampai, diterima, dan dibaca oleh orang yang memang telah mempunyai kualifikasi sebagai editor. 


2. Tuntutan kerja seorang editor


 bahkan puluhan kali menulis artikel dan belum satupun dipublikasikan Sang Penentu Nasib Artikel yang Punya Tanggung Jawab EkstraPixabay/Aymanejed

Editor biasanya bekerja sama dengan penulis biar artikel, kisah maupun ide-ide yang disampaikan penulis sanggup diterima oleh pembaca secara luas. Caranya yakni dengan memperlihatkan komentar, arahan, dan bimbingan untuk meningkatkan kualitas dari setiap goresan pena yang hingga ke meja editor. Mereka juga bisa menyarankan untuk mengubah judul artikelmu, loh! Ini dilakukan oleh editor biar tulisanmu sanggup menarik perhatian para pembaca.


Pernahkah kau disarankan untuk memakai ilustrasi gambar dengan sempurna oleh editor? Seorang editor sanggup mengarahkan kita untuk mengoptimalkan goresan pena yang kita kirim memakai ilustrasi gambar dari sumber-sumber yang tepat. Semua ini ternyata sanggup menciptakan materi-materi yang disampaikan dalam artikel menjadi semakin baik dan sanggup diterima sesuai standar yang ditentukan. Tidak semua editor melaksanakan ini alasannya yakni pastinya mereka mempunyai banyak sekali kiprah dan kompetensi yang berbeda, mulai dari editor manajer, editor eksekutif, editor asisten, editor terverifikasi, hingga editor penyalin.  


3. Isu-isu etis yang dihadapi editor


 bahkan puluhan kali menulis artikel dan belum satupun dipublikasikan Sang Penentu Nasib Artikel yang Punya Tanggung Jawab EkstraPixabay/CorbeauCreative

Tanggung jawab seorang editor yakni menyelidiki dan menilai artikel yang mereka terima  layak atau tidak dipublikasikan. Seharusnya proses menyelidiki dan menilai ini bisa segera dan bersifat terbuka. Isu-isu etis bisa muncul dalam prosesnya, baik saat menyelidiki hingga menilai kelayakan suatu artikel atau bahkan sehabis artikel tersebut terbit. Beberapa problem etis yang bisa muncul antara lain:




Lanjutkan membaca artikel di bawah


Editor’s picks




  1. Penjiplakan (plagiat); penjiplakan terjadi saat seorang penulis memakai goresan pena orang lain tanpa izin, pemberitahuan, dan kutipan. Berbagai bentuk penjiplakan sanggup terjadi, contohnya dengan menulis ulang kata demi kata, bagian-bagian maupun keseluruhan dari goresan pena orang lain. Hingga menggandakan sebagian subtansi dari goresan pena orang lain. Editor wajib memastikan tidak terjadinya proses penjiplakan.

  2. Penghilangan kontribusi penulis; seorang penulis harus siap dan mempunyai kemampuan untuk bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya sehingga selalu disebutkan bahwa konten menjadi tanggung jawab penulis. Penulis berkontribusi terhadap setiap ide, konsep, interpretasi dari setiap artikel atau tulisannya. Editor kemudian mempunyai standar dalam menilai setiap artikel atau goresan pena yang mereka terima sehingga kontennya sanggup dipertanggungjawabkan oleh penulis sendiri. Jelas sekali bahwa seorang editor tidak akan pernah meniadakan kontribusi dari penulis aslinya.

  3. Duplikasi artikel atau goresan pena yang dikirim; penulis diwajibkan untuk mengirimkan goresan pena atau artikelnya yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Sebagaimana penjiplakan, duplikasi artikel juga mempunyai bentuk serupa; bisa keseluruhan maupun sebagian subtansi isi. Namun tidak semua media kemudian mempunyai kebijakan yang tegas untuk menolak goresan pena atau artikel yang didasarkan pada kesamaan substansi isi. Editor harus jeli untuk melihat ini. 


Ketiga hal di atas menjadi semakin abu-abu saat artikel atau goresan pena diterbitkan dalam media online. Mengapa? Tidak menyerupai jurnal akademis atau penelitian lainnya yang mempunyai hukum terperinci dan tegas, media online bisa sangat luas dan tidak berbatas. 


Baca Juga: 11 Tipe Penulis Ketika Tulisannya Ditolak Editor, Kamu Termasuk?


4. Kualitas kepenulisan seorang editor


 bahkan puluhan kali menulis artikel dan belum satupun dipublikasikan Sang Penentu Nasib Artikel yang Punya Tanggung Jawab EkstraPexels/mentatdgt

Biasanya seorang editor digambarkan sebagai seseorang yang kreatif, bisa mencipta, dan sanggup membujuk orang lain. Kemampuan mencipta dari seorang editor ditunjukkan melalui ide-idenya yang orisinal dan imajinatif sewaktu bekerja dengan media. Sementara, kemampuan membujuk akan ditunjukkan oleh editor melalui pengaruhnya terhadap orang lain, memotivasi, dan menciptakan orang lain mau membaca.


Menurut asosiasi Editor Amerika Serikat (2012), seorang editor wajib mempunyai kualitas personal berikut ini:



  • Kreatif. Seorang editor harus kreatif, ingin tahu, dan mempunyai pengetahuan yang baik dalam banyak sekali tema atau topik. Beberapa bahkan dituntut untuk secara rutin memperlihatkan ide-ide goresan pena yang menarik dan kemampuan menulis judul goresan pena yang memprovokasi keinginan orang untuk membaca.

  • Fokus pada detail. Salah satu kiprah utama editor yakni memastikan goresan pena atau artikel yang dinilainya bebas dari kesalahan penulisan dan sesuai dengan kebutuhan publikasi. Semuanya harus dilakukan secara detail.

  • Memiliki penilaian yang baik. Editor mempunyai otoritas untuk memilih apakah suatu artikel atau goresan pena layak untuk dipublikasikan. Semua itu harus dilakukan secara obyektif, tidak didasarkan pada perasaan suka dan tidak suka, apalagi alasannya yakni kenal dengan orang yang menulis artikel tersebut.

  • Kemampuan berbahasa yang memadai. Setiap goresan pena yang hingga ke meja redaksi dan diterima oleh para editor harus dipastikan mempunyai gaya bahasa dan penulisan yang baik. Mulai dari tata kalimat hingga tanda baca. Jadi, mustahil seorang editor mempunyai kemampuan bahasa yang rendah.

  • Kemampuan menulis yang memadai. Seorang editor pastinya hebat dalam menulis! Ia niscaya bisa menikmati waktu saat menulis dan memilki kemampuan menulis di atas rata-rata orang pada umumnya. Kemampuannya mengenai tata bahasa, banyak sekali hukum dalam penulisan, dan bagaimana mengekspresikan ide-ide secara logis dan terperinci menjadi mutlak untuk dimiliki. 

  • Kemampuan interpersonal yang memadai. Bekerja dengan para penulis gres mengharuskan seorang editor mempunyai kemampuan korelasi sosial yang baik. Seorang editor sanggup mengarahkan, memperlihatkan bantuan, dan motivasi bagi penulis-penulis gres untuk sanggup menjadi penulis yang baik. Menjadi menyerupai diri mereka.


Wah, ternyata tidak gampang menjadi seorang editor. Lihat saja kualitas personal di atas yang wajib mereka miliki. Dengan kata lain, seorang editor wajib mempunyai skills, knowledge, dan attitude yang baik. 


5. Harapan penulis pemula terhadap para editor


 bahkan puluhan kali menulis artikel dan belum satupun dipublikasikan Sang Penentu Nasib Artikel yang Punya Tanggung Jawab EkstraPixabay/Pexels

Komentar, saran, bimbingan, dan motivasi yang diberikan oleh para editor bekerjsama bisa menumbuhkan impian positif bagi setiap penulis pemula. Mereka dengan sendirinya akan mencoba, mencoba, dan terus mencoba biar memenuhi impian yang disampaikan oleh editor. 


Menulis memang tidak mudah. Menulis melampaui sekadar kemampuan berbicara. Menulis juga melibatkan seluruh aspek emosi dari penulis sendiri.


Akhir kata, sehabis kita mengetahui kiprah dan banyak sekali kualitas personal yang ada dalam diri seorang editor, maka kita pun sanggup berharap secara realistis. Harapan itu yakni untuk membudayakan literasi yang berkualitas di Indonesia.


Baca Juga: 5 Keluhan yang Biasanya Kamu Rasakan Ketika Menulis di Media Online



IDN Times Community yakni media yang menyediakan platform untuk menulis.

Semua karya tulis yang dibentuk yakni sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.









>>Artikel Asli<<


FAST DOWNLOADads
Download
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url