Editorial Intisari Edisi Juli 2019: Bukan Sekadar Berat Badan


INTISARI
Sampul majalah INTISARI edisi Juli 2019 bertajuk Sumpah, Aku Pernah Gemuk. Testimoni David Naif, Kemal Mochtar, Dewi Hughes, dan Tika Panggabean yang pernah mengalami obesitas dan menentukan untuk mengubah hidup mereka.
Suatu sore, saya bercakap-cakap dengan seorang mitra usang melalui aplikasi layanan pesan elektronik. Kebetulan dikala itu dia tengah bersantap. Ia pun mengirimkan foto masakan khas Negeri Paman Ho yang berada di hadapannya: semangkuk pho yang ranum—mi beras yang direndam dengan kaldu sapi kemudian disajikan dengan sayuran mentah. Dia memang penggemar masakan ini.
Namanya, Yudi Andreas, manajer perusahaan otomotif terkemuka di Indonesia. Dua tahun kemudian dia mulai berjuang menurunkan berat badan dengan metode clean eating diet—meminimumkan santapan olahan, sarapan hanya dengan buah-buahan, porsi sayuran yang lebih banyak, dan minum air dengan dosis tiga liter dalam sehari. Selama setahun, lebih berat badannya turun dari enam kilogram. Program itu berlanjut dengan kardio, sehingga hingga hari ini dia berhasil menurunkan lima kilogram lagi.
Saya bertanya kepadanya, mengapa proses penurunan berat badannya begitu lama. Bukankan, belakangan ini bermacam-macam diet yang terbukti cepat menurunkan berat badan?
“Karena saya tidak suka konsep diet yang menyiksa,” ungkapnya. “Diet jangka pendek itu menyiksa diri, sedangkan yang diharapkan diet itu ialah perubahan lifestyle.”
Target diet sejatinya bukanlah soal berat badan, melainkan tujuan sehat. Namun, berat badan yang turun bolehlah sebagai bonusnya. Banyak yang salah kaprah bahwa diet itu perkara menurunkan atau menaikkan berat badan, padahal diet ialah perkara contoh makan. Jadi, menurutnya, benar juga apa yang kerap dikata orang bahwa “kebahagiaan itu berawal dari usus” bukan dari berat badan.
Setiap orang mungkin mempunyai definisi “sehat” yang beragam. Kendati sehat dan bugar mempunyai makna yang berlainan, namun dia menempatkan kebugaran sebagai salah satu indikator “sehat” untuk dirinya, ibarat durasi atau ketahanan dalam berjalan kaki atau kegiatan lainnya.
Pada edisi ini kami menyajikan dongeng pengalaman empat selebritas yang obesitas demi meraih kesehatan dengan cara mengatur contoh makanan. Obesitas minggat, tubuh sehat, penampilan mereka pun kian terangkat. Kita dapat menyimak bagaimana mereka berupaya mengubah gaya hidup demi tercapainya tujuan tadi.
Saya pun teringat pesan mitra saya, “Mengubah gaya hidup itu tidak semudah yang dibayangkan. Dan, diet tanpa perubahan gaya hidup yang langgeng ialah kesia-siaan.”

INTISARI
Empat selebritas ini pernah mengalami obesitas. Namun, kesadaran akan pentingnya hidup sehat menciptakan mereka berjuang menurunkan berat badan.
Video Pilihan
PROMOTED CONTENT
