Paling Usang Wisatawan Bertahan Dua Hari Di Cirebon – Radarcirebon.Com

FAST DOWNLOADads
Download





CIREBON-Akses menuju Cirebon sekarang semakin mudah. Apalagi dengan adanya Tol Trans Jawa, sampai Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Dukungan sektor transportasi ini, cukup besar lengan berkuasa pada kunjungan wisata. Masalahnya, wisatawan yang tiba berkunjung biasanya hanya dalam waktu singkat saja. Rata-rata paling usang dua hari.


Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon Imam Reza Hakiki menuturkan, susukan gampang menuju Cirebon yaitu peluang dan tantangan sektor pariwisata. Kota Cirebon perlu berbenah dan mempunyai daya tarik.


Yang dikhawatirkan, wisatawan tiba dan tidak kembali lagi. “Buat wisatawan ingin kembali lagi ke Cirebon. Caranya, perbanyak daya tarik dan tujuan wisata,” ujar Kiki –sapaan akrabnya- kepada Radar Cirebon.


Berdasarkan data PHRI, length of stay (LoS) di Kota Cirebon rata-rata hanya satu sampai dua hari. Hal ini terjadi alasannya daya tarik Cirebon masih belum banyak. Menurutnya, hal ini dapat disiasati dengan sinergitas para pemerintah tempat di Ciayumajakuning.


Saat wisatawan ingin berwisata alam mereka akan ke Kuningan atau Majalengka, untuk berbelanja mereka akan cenderung ke Kabupaten Cirebon dan balasannya akan menginap di Kota Cirebon. Bila para pemerintah tempat tersebut dapat bersinergi, wisatawan pun akan mempunyai banyak objek kunjungan sehingga akan kembali lagi ke Cirebon. “Sekarang LoS tidak dapat usang alasannya untuk melihat objek wisata di Cirebon cukup satu hari saja jadi usang menginapnya pun sebentar,” ungkapnya.


Ia berharap pemerintah tempat memerhatikan hal ini. Daerah wisata yang berhasil, bukan hanya tiba sekali dikunjungi saja. Di tempat terpisah, Anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia, Moh Yudi Mahadianto SE MM setuju bahwa pemerintah harus berbenah. Saat ini, makin banyak warga dari luar kota berkunjung ke Kota Cirebon. Tapi yang disayangkan, mereka hanya singgah. “Sekarang waktu tempuh semakin singkat. Kalau tidak punya daya tarik, Cirebon cuma jadi tempat transit saja,” katanya.


Menurutnya, wilayah Cirebon perlu mempunyai daya tarik lebih. Sehingga mengundang turis tiba berkunjung dan menghabiskan waktunya lebih lama. Untuk menjadi tujuan wisata, Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJI ini menilai, Cirebon telah mempunyai komponen pariwisata yang cukup lengkap. Ada keraton, sentra batik, oleh-oleh, juga wisata alam di tempat sekitarnya. Namun ketika ini belum terintegrasi dengan baik. (apr)






>>Artikel Asli<<


FAST DOWNLOADads
Download
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url