Berantas Cecunguk Bola, Motivasi Kpsn Mendaftar Capim Kpk

FAST DOWNLOADads
Download






TEMPO.CO, Jakarta – Salah satu akar korupsi yang sulit dicabut yaitu di badan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan persepakbolaan nasional sebab di sana ada durjana bola.


Itulah salah satu motivasi Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) mengirim dua komisionernya maju sebagai calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Demikian dikatakan Ketua KPSN Suhendra Hadikuntono di Jakarta, Sabtu (22/6/2019).


Kedua komisioner KPSN yang Selasa (18/6/2019) kemudian mengambil formulir registrasi capim KPK yaitu Karyudi Sutajah Putra dan Benny Erwin.


Menurut Suhendra, semenjak KPK berdiri pada 2003 hingga kini, forum antirasuah ini belum pernah menyentuh dugaan korupsi di badan PSSI dan persepakbolaan nasional, hingga kemudian Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola Polri turun tangan dan menetapkan 17 orang sebagai tersangka match fixing dan perusakan barang bukti terkait perkara match fixing atau skandal pengaturan skor pertandingan, termasuk mantan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono, salah satunya sebab diinisiasi KPSN.


Ketika Satgas Anti Mafia Sepak Bola berakhir masa tugasnya per Jumat (21/6/2019), kata Suhendra, usaha KPSN selanjutnya dalam membersihkan PSSI yaitu dengan mengandeng KPK di samping Polri. “Kami sudah berkirim surat untuk minta audiensi dengan pimpinan KPK,” cetus Suhendra.


Ia memandang ke depan akan lebih efektif jika KPSN punya kepanjangan tangan di KPK, dengan menempatkan komisionernya di dingklik pimpinan KPK. “Tentu, pemberantasan durjana bola hanya salah satu dari seluruh agenda besar pemberantasan korupsi yang sudah akut kolam kanker stadium 4,” jelasnya.


“Untuk membersihkan halaman PSSI, harus dilakukan dengan sapu yang bersih,” lanjutnya.


Suhendra mengaku besar hati dengan langkah dua komisionernya itu, dan berpesan supaya tetap mengingat tata nilai dan filosofi yang sudah terbangun baik di KPSN.


Ikhwal integritas, kejujuran dan perilaku tanpa kompromi, tegas Suhendra yang dijuluki “Mr No Compromise” ini, sudah dibuktikan dengan segudang prestasi yang ditorehkan KPSN, dimulai dari sebagai inisiator pemberantasan durjana bola di badan PSSI, yang menghasilkan 17 tersangka, hal yang belum pernah terjadi di mana pun. Banyak anjuran dan bahaya supaya KPSN mengendur atau bahkan berhenti, tapi hal itu tak digubris sebab sudah biasa dialami.


Yudi, yang berlatar jurnalis, dan Benny yang berlatar ekonom pun siap mengusung nilai-nilai KPSN ke dalam KPK jika kelak terpilih menjadi pimpinan forum antirasuah itu. “Ada nilai-nilai di KPSN yang dapat diadopsi untuk lebih mewarnai dan memperkuat kinerja KPK, yakni kejujuran, integritas, kedisiplinan, dan anti-kompromi. Kita siap mengusung nilai-nilai itu ke KPK,” ujar Yudi dalam rilis yang diterima Tempo.co


Yudi mengaku siap menapak jejak Johan Budi Saptopribowo yang pernah menjadi komisioner KPK, sebab sama-sama berlatar belakang wartawan. Begitu pun Benny, yang menguasai bidang keuangan dan perbankan, juga siap menyumbangkan keahliannya di KPK.









>>Artikel Asli<<


FAST DOWNLOADads
Download
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url