Robot Mulai Mengambil Alih Pekerjaan Manusia, Perlukah Mereka Kena Pajak?

FAST DOWNLOADads
Download






 ikut serta banyak sekali konferensi dan diberikan kewarganegaraan Arab Saudi Robot mulai mengambil alih pekerjaan manusia, perlukah mereka kena pajak?Hak atas foto

Getty Images


Image caption



Robot menyerupai manusia, Sophia, ikut serta banyak sekali konferensi dan diberikan kewarganegaraan Arab Saudi.




“Otomatisasi telah melanda kota-kota manufaktur. Di tempat-tempat itu, tingkat ijab kabul menurun, kejahatan meningkat, tingkat kematian naik sebab bunuh diri, alkohol dan narkoba,”kata Dr Carl Frey.


Peneliti dari University of Oxford ini memberikan citra yang muram di sentra industri Amerika Serikat, yang dikenal sebagai Ikat Pinggang Karat – kota-kota menyerupai Flint, Detroit dan Cleveland yang sebelumnya menjadi ujung tombak pertumbuhan berdasar sektor manufaktur.


Dr Frey menyampaikan para buruh di kota-kota ini dikalahkan robot. Kaprikornus apa yang akan terjadi kalau mesin menggantikan kita?


Keuntungan


Jika para buruh kehilangan pekerjaan, mereka tidak akan membayar pajak dan di kebanyakan negara barat mereka akan sanggup mengklaim tunjangan pengangguran. Ini sangat membebani negara bagian.


Di AS, 48% pemasukan federal berasal dari pajak pemasukan perseorangan, dan 35% berasal dari pajak asuransi sosial – hanya 9% yang berasal dari pajak perusahaan.


Untuk menutupi kekurangan pemasukan dari pajak penghasilan, banyak pihak mendukung pengenaan pajak pada robot.


Teknologi


Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi selalu untuk membantu, disamping juga sebagai pengacau.



Hak atas foto

Getty Images


Image caption



Truk tanpa pengemudi kini digunakan.




Revolusi industri pertama membantu kita meninggalkan penggunaan tenaga binatang, revolusi industri kedua membuat peningkatan besar-besaran penggunaan listrik dan produksi massal. Zaman komputer menunjukkan peningkatan efisiensi dan semakin cepatnya percampuran informasi.


Revolusi industri keempat – terkait dengan kecerdasan buatan (AI) dan robot – diperkirakan akan mendasari perubahan keseluruhan sistem produksi, manajemen dan kepemerintahan.


Jangkauan, kecepatan dan kedalaman banyak sekali perubahan ini belum pernah terjadi sebelumnya.


Perlawanan


Pada tahun 2013, Dr Frey memperkirakan hampir 50% pekerjaan di AS menghadapi risiko dalam 30 tahun ke depan sebab kemajuan AI dan robot.


Di antaranya ialah pekerjaan sektor industri, manajemen aturan dan pengemudi truk.


“Kita akan menyaksikan perlawanan terhadap otomatisasi, menyerupai yang kita lihat terkait dengan globalisasi. Pengemudi truk tidak sanggup dipindahkan ke China, tetapi pekerjaan ini sanggup digantikan mesin,” kata Frey.


Pajak


Dua tahun lalu, miliarder, filantropis dan pendiri Microsoft, Bill Gates mengajukan inspirasi pajak robot dalam sebuah wawancara dengan majalah Quartz.



Hak atas foto

Getty Images


Image caption



Di sejumlah pabrik, robot menggantikan buruh.




“Sudah niscaya terdapat pajak terkait dengan otomatisasi. Saat ini, buruh insan yang berpemasukan US$50.000 atau Rp717 juta di pabrik akan dikenakan pajak penghasilan, pajak tunjangan sosial, semua hal itu. Jika robot melaksanakan hal yang sama, Anda akan berpikir kita akan memajaki robot pada tingkat yang sama,” kata Gates.


Miliarder teknologi, Elon Musk juga mendukung pemajakan robot.


Dasarnya sederhana: robot dipajaki dan dananya dipakai untuk membiayai perawatan kesehatan dan pendidikan, atau bahkan penyediaan penghasilan dasar bagi semua orang.


Sasaran bisnis


Tetapi bagaimana Anda memajaki robot?



Hak atas foto

Getty Images


Image caption



Robot semakin terampil, kreatif dan cerdas.




“Anda tidak perlu secara fisik menemukan robot. Anda sanggup menerapkan pajak otomatisasi. Bisnis yang hanya sedikit pegawainya harus diperhatikan. Pada ketika yang sama pemerintah seharusnya mengurangi pajak buruh,” kata Ryan Abbott, profesor aturan dan layanan kesehatan University of Surrey, Inggris.


Dia mengusulkan pajak terhadap robot menyerupai insan – Abbott mengacu kepada semakin meluasnya penggunaan AI.


Pendukung pengenaan pajak menyampaikan pemanis pemasukan ini sanggup membantu pendanaan progran keterampilan dan mengurangi kemungkinan duduk masalah kemasyarakatan sebab pengangguran.


Kebijakan


Tahun 2017, Korea Selatan menjadi negara pertama yang memperkenalkan pemangkasan pemotongan pajak pada otomatisasi untuk membantu perlambatan penggunaan teknologi yang mempengaruhi lapangan pekerjaan.



Hak atas foto

Getty Images


Image caption



Robot sanggup menggantikan pekerjaan resepsionis.




Di Uni Eropa, usulan memperkenalkan pajak robot baru-baru ini dikalahkan di Parlemen Eropa.


Di AS, hal ini mendapat pertolongan politik lewat pengenaan pajak pada otomatisasi untuk mendanai pemberian penghasilan dasar untuk semua.


Ide yang buruk


Tetapi tidak semua orang menyetujuinya.



Hak atas foto

Getty Images


Image caption



Robot dipakai untuk membersihkan ranjau.




“Memajaki robot bukanlah sebuah jalan keluar sebab perusahaan besar akan memindahkan industrinya. Hanya perusahaan kecil dan menengah yang akan menderita,” kata Dr Janet Bastiman dari perusahaan TI, Story Stream.


Ulrich Spiesshofer, mantan pimpinan perusahaan Swiss, ABB juga tidak mendukung pajak robot.


“Jika kita melihat ekonomi dengan tingkat pengangguran terendah di dunia dan menghubungkannya dengan robot: Jerman, Jepang, Korea Selatan mempunyai tingkat robot tertinggi, 300 robot per 10.000 buruh, tetapi tingkat pengangguran mereka yang terendah.”


Kehilangan pekerjaan


Tetapi hilangnya pekerjaan skala besar masih belum terjadi dan masa depan bergotong-royong tidak sesuram itu.



Hak atas foto

Getty Images


Image caption



Mesin uap membuat sarana perhubungan dengan hewan tidak berguna.




Meskipun Carl Frey tetap mendukung perkiraaan tahun 2013-nya, proyek yang dibentuk PwC tahun kemudian menunjukkan di Inggris, kehilangan pekerjaan sebab otomatisasi sanggup digantikan dengan penciptaan pekerjaan baru.


Cabang olah raga kriket dan sepak bola kini memakai teknologi terkait dengan keputusan penting yang sebelumnya dilakukan pada wasit.


Penggunaan teknologi membantu perbaikan kualitas pengambilan keputusan.


Tetapi ini tidak membuat para wasit menjadi mubazir, sebab terciptanya pemanis pekerjaan teknisi.


Meskipun demikian hilangnya pekerjaan di pabrik ialah sebuah masalah yang berbeda.


Memang belum tercapai konsensus politik terkait pajak robot, tetapi para politisi semakin mempertimbangkannya sebagai cara untuk mengatasi perubahan sebab kemajuan teknologi .






>>Artikel Asli<<


FAST DOWNLOADads
Download
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url