Ic3 Berkomitmen Cetak Penerus Bangsa Yang Sehat, Tumbuh Dan Cerdas

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Prosesi penyematan seragam kepada para pengurus menjadi tanda diresmikannya Indonesian Children Care Community (IC3).
Organisasi ini didirikan atas dasar kepedulian terhadap pentingnya menyediakan masakan dan minuman yang sehat bagi anak-anak dan generasi muda Indonesia.
Peresmian dilakukan di Platinum Adisucipto Hotel & Conference Center, Sleman, Sabtu (22/6/2019).
Dalam program tersebut, hadir ketua dan para petinggi Pusat Riset Energi Alam Nusantara (PREAN) sebagai organisasi yang aktif mendata dan menganalisa metode pengobatan bersumber kearifan lokal sebagai pihak yang menaungi IC3.
“Dibentuknya IC3 ini dilatarbelakangi harapan kita menyediakan masakan sehat dan bermutu tinggi serta bergizi kepada seluruh generasi muda terutama bayi dan anak-anak. IC3 menjadi bab dari PREAN yang selama ini concern menjaga metode pengobatan warisan budaya timur,” kata Ketua IC3, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DEA, DAA, IPU.
Menurut Ali, penyediaan masakan kualitas tinggi untuk bayi mulai dari dalam kandungan, balita hingga masa pertumbuhan dipandang sangat perlu demi mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas.
Melalui IC3, bibit generasi bangsa tersebut akan menerima perhatian secara penuh melalui pemenuhan masakan bermutu.
Dalam prakteknya nanti, IC3 juga akan begerak dalam penelitian bersama akademisi dari banyak sekali perguruan tinggi, melaksanakan acara komunikasi, informasi, dan edukasi, melaksanakan advokasi kebijakan pedulikesejahteraan anak, dan melaksanakan pendampingan terhadap kelompok sasaran.
Di kesempatan yang sama, pendiri sekaligus inisiator PREAN dan IC3, EV. Heru Prasanta Wijaya menjelaskan, kondisi beberapa keluarga di kawasan pinggiran dan pedalaman Indonesia atau pihak-pihak yang kurang beruntung alasannya masih hidup di bawah garis kemiskinan juga menjadi dasar lain mengapa dibuat IC3 ini.
“Pemenuhan gizi dari saudara kita yang masih hidup di bawah garis kemiskinan ini tentu masih kurang maksimal. Mereka kadang masih sulit untuk menjaga konsumsi masakan yang bersih dan bersih. Apalagi mereka yang masih hidup satu atap dengan binatang ternak yang tentu sangat tidak sehat,” kata Heru.
