Tradisi Nyumbun, Daya Tarik Wisata Di Jambi

FAST DOWNLOADads
Download






TEMPO.CO, Jakarta – Masih banyak yang belum mengenal tradisi nyumbun. Melalui Festival Menyumbun Kampung Laut di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) di Jambi, wisawatan dan masyarakat diajak untuk berinteraksi dengan alam. Kegiatan ini menjadi salah satu daya tarik wisata daerah itu.


Baca: Gulai Talang, Kuliner Leluhur Warga Mersam di Jambi


Kegiatan nyumbun atau mengambil sumbun, sejenis kerang bambu yang banyak ditemui di daerah itu, berlangsung mulai pukul 13.00 WIB pada ketika kondisi pantai itu surut.


Nyumbun biasa dilakukan pada Bulan April sampai Juni, atau pada ketika pantai di tempat itu surut. Kegiatan nyumbun merupakan acara yang rutin dilakukan warga Kampung Laut, dan potensi itu dikembangkan oleh pemerintah kabupaten Tanjabtim menjadi daya tarik wisata daerah itu di tempat perairan Timur Jambi. “Tahun 2019 ini, kami mengundang sebanyak 35 komunitas di Jambi, dan dampaknya cukup signifikan. Hadir pula komunitas penggemar olahraga sepeda hari ini,” kata Kepala Seksi Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanjabtim, Mahasin Jambi, Senin.


Nyumbun tidak hanya diikuti oleh orang dewasa, belum dewasa dan remaja juga ikut acara itu. Bahkan beberapa pengunjung atau penerima dari luar Tanjabtim membawa anaknya yang masih di bawah lima tahun untuk nyumbun di pantai itu.


Mereka memanfaatkan momen nyumbun yang tidak dapat dilakukan setiap waktu di tempat itu, melainkan hanya dapat dilakukan pada Bulan April sampai Juni saja, pada ketika pantai itu tengah surut.


“Kehadiran penerima nyumbun 2019 ini ada peningkatan dibandingkan dengan sebelumnya, pekan raya ini unik sebab mengajak penerima yang hadir ikut nyumbun sekaligus berinteraksi dengan alam,” kata Mahasin.


Pelaksanaan hari kedua Festival Menyumbun Kampung Laut 2019 di pantai Kampung Laut Kecamatan Kuala Jambi, Tanjabtim merupakan program puncak yang ditandai dengan acara nyumbun alias mengambil kerang dari pantai itu.


Pada acara itu, hadir Bupati Tanjabtim, H Romi Hariyant, Wakil Bupati Robby Nahliyansah, Kapolres Tanjabtim serta permintaan lainnya. Selain itu penerima dari komunitas pencetus wisata dan komunitas lainnya juga memeriahkan pekan raya yang digelar 23 dan 24 Juni 2019.


Bupati Tanjabtim dan wakilnya mengawali acara nyumbun. Cara nyumbun dilakukan memakai adonan kapur dan juga cabe yang kemudian dimasukan ke dalam lubang sumbun dengan memakai tongkat kecil. Kemudian kerang sumbun akan muncul dengan sendirinya dan tinggal diambil. “Siapa saja dapat ikut nyumbun dengan ramuan itu,” kata Mahasin.


Baca: Festival Ngundoh Duku: Makan Buah Duku Sepuasnya Hanya Rp 15 Ribu


Sebelum program nyumbun dilakukan prosesi pra acara yang dipimpin oleh tetua budbahasa di Kampung Laut sebagai awal dari acara itu.









>>Artikel Asli<<


FAST DOWNLOADads
Download
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url