Makanan Kemasan Buat Orang Malas Olahraga

FAST DOWNLOADads
Download





Jakarta, CNN Indonesia — Malas berolahraga tak hanya disebabkan lantaran lelah atau tak punya waktu. Penelitian terbaru justru menemukan, penyedap dan pengawet kuliner sanggup mengakibatkan rasa malas olahraga.


Studi dari University of Southwestern Medical Center, Amerika Serikat, menemukan kekerabatan antara penyedap dan pengawet kuliner dengan kurangnya acara fisik.


Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Circulation ini mendapati materi pengawet yang biasa ditemukan dalam soda dan daging olahan sanggup mengakibatkan orang malas berolahraga.


Studi ini dilakukan dengan menguji acara fisik pada binatang dan manusia. Pertama, peneliti memberi makan dua kelompok tikus.


Salah satu kelompok tikus diberikan tiga kali lebih banyak kandungan fosfat yang biasa digunakan sebagai penyedap dan pengawet makanan. Fosfat yang digunakan untuk menciptakan kuliner lebih segar ditemukan dalam kuliner ikan kaleng, sosis, dan kuliner panggang.


Setelah 12 pekan, tikus yang mengonsumsi fosfat lebih banyak ditemukan kurang bergerak dan mempunyai metabolisme pembakaran lemak yang terganggu dibanding tikus yang tidak mengonsumsi zat adiktif tersebut.


Eksperimen kedua dilakukan dengan pengujian pada 1.603 orang. Mereka memakai alat pelacak kebugaran selama tujuh hari.


Orang yang mengonsumsi lebih banyak materi penyedap dan pengawet ternyata melaksanakan lebih sedikit olahraga atau acara fisik. Secara keseluruhan, mereka juga lebih banyak duduk dibandingkan yang mengonsumsi sedikit micin.


Mengutip The Independent, secara umum 25 persen orang remaja di AS mengonsumsi tiga sampai empat kali jumlah fosfat yang disarankan setiap harinya.


Mengutip Medical News Today, temuan ini menciptakan peneliti berharap ada perubahan dalam industri kuliner ibarat menerapkan label yang jelas.


“Saya pikir mungkin sudah saatnya bagi kita untuk mendorong industri kuliner untuk menempatkan ini pada label sehingga kita sanggup melihat berapa banyak fosfat masuk ke kuliner kita,” kata peneliti dr Wanpen Vongpatanasin.


[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)









>>Artikel Asli<<


FAST DOWNLOADads
Download
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url