Dewan Protes Wagub Sulsel Tutup Program Musik Alasannya Ialah Ganggu Tidur Siang

JawaPos.com – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman menghentikan program musik bertajuk Makassar Millenial Sound yang digelar Forum Kreatifitas Pemuda (FKP) Sulsel di Cafe Red Corner, Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Kecamatan Rappocini, Makassar, Kamis (27/6). Alasannya karena tidur siang Andi Sudirman Sulaiman terganggu.
Andi Sudirman Sulaiman yang dikonfirmasi mengakui anak buahnya yang hentikan kegiatan tersebut bersama polisi karena program belum mengantongi izin. “Selain itu juga, mengganggu warga sekitar dan sudah banyak aduan (mengenai kafetaria tersebut). Daerah permukiman, pendidikan dan erat masjid serta rujab. Kami juga jikalau ada kegiatan terganggu serta ada anak kecil juga,” kata Andi Sudirman Sulaiman ketika dikonfirmasi, Sabtu (30/6).
Menurutnya sudah pernah dilakukan dimediasi bersama warga, dan pemilik kafetaria berjanji tidak menciptakan program yang sanggup mengganggu lagi alasannya memang lokasinya di zona pemukiman. Ditanya soal waktu tidur siangnya terganggu, Andi Sudirman mengatakan, beliau memang berada di rujab siang hari alasannya dalam kondisi sakit.
Sementara itu, Dewan menyayangkan, dan menyerukan, supaya wagub tak melaksanakan berulang. “Jangan menyerupai itu lagi lah. Jauh itu jaraknya 200 meter padahal dari rumah dinas. Wagub sebelumnya juga enggak pernah merasa terganggu. Saya juga kaget. Kafe itu kan punya izin enggak boleh dilarang,” papar Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel Kadir Halid.
Kadir Halid menilai seharusnya Andi Sudirman tidak boleh bersikap demikian. Apalagi posisi Andi sebagai wakil gubernur yang harusnya mengayomi masyarakat.
“Saya kira tidak boleh begitu tidak boleh wagub pribadi suruh berhenti begitu kan itu jauh dari rumah jabatan. Enggak boleh begitu. Biar tetangga saja enggak boleh begitu,” kata Kadir.
Menurutnya, kafetaria tentu memiliki izin setiap menggelar acara. Apalagi, kafetaria tersebut sudah sering menggelar program musik. “Padahal dulu enggak pernah. Dulu enggak pernah. Saya juga kaget,” katanya.
Apalagi, jarak rumah dinas Wagub tidak mengecewakan jauh sekitar 200 meter dari kafe. Dia pun berharap Wagub yang juga adik dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman itu tidak mengulangi perbuatannya.
Sementara itu, Ketua DPRD Sulsel Moh Roem menilai harusnya ada komunikasi yang baik antara pihak kafetaria dan keamanan. “Waktu memberi izin, pemerintah kota sudah mempertimbangkan segala aspek termasuk lingkungannya. Seberapa mengganggu. Saya pikir perlu komunikasi, klarifikasi bahwa pertunjukan musik ini juga tentu diadaptasi dengan lingkungan di mana kawasan kegiatan itu dilaksanakan,” tuturnya.
