Tidur Siang Terganggu, Wagub Sulsel Tutup Program Musik

FAST DOWNLOADads
Download





POJOKSATU.id, SULSEL- Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman menghentikan program musik bertajuk Makassar Millenial Sound yang digelar Forum Kreatifitas Pemuda (FKP) Sulsel di Cafe Red Corner, Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Kecamatan Rappocini, Makassar, Kamis (27/6). Alasannya karena tidur siang Andi Sudirman Sulaiman terganggu. Terhadap hal ini, Dewan menyayangkan, dan menyerukan, supaya wagub tak melaksanakan berulang.




“Jangan ibarat itu lagi lah. Jauh itu jaraknya 200 meter padahal dari rumah dinas. Wagub sebelumnya juga enggak pernah merasa terganggu. Saya juga kaget. Kafe itu kan punya izin enggak boleh dilarang,” kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel Kadir Halid.


Kadir Halid menilai seharusnya Andi Sudirman tidak boleh bersikap demikian. Apalagi posisi Andi sebagai wakil gubernur yang harusnya mengayomi masyarakat.


“Saya kira tidak boleh begitu tidak boleh wagub eksklusif suruh berhenti begitu kan itu jauh dari rumah jabatan. Enggak boleh begitu. Biar tetangga saja enggak boleh begitu,” kata Kadir kepada wartawan, Jumat (28/6).


Menurutnya, kafe tentu memiliki izin setiap menggelar acara. Apalagi, kafe tersebut sudah sering menggelar program musik.


“Padahal dulu enggak pernah. Dulu enggak pernah. Saya juga kaget,” katanya.


Apalagi, jarak rumah dinas Wagub tidak mengecewakan jauh sekitar 200 meter dari kafe. Dia pun berharap Wagub yang juga adik dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman itu tidak mengulangi perbuatannya.


Sementara itu, ketua DPRD Sulsel Moh Roem menilai harusnya ada komunikasi yang baik antara pihak kafe dan keamanan.


“Waktu memberi izin, pemerintah kota sudah mempertimbangkan segala aspek termasuk lingkungannya. Seberapa mengganggu. Saya pikir perlu komunikasi, klarifikasi bahwa pertunjukan musik ini juga tentu diubahsuaikan dengan lingkungan di mana tempat kegiatan itu dilaksanakan,” tuturnya.




Di kesempatan lain, pengamat Kebijakan Publik, Syaufan Rozi Soebhan menyampaikan harusnya Wakil Gubernur Sulawesi Selatan dilibatkan untuk pengembangan musik dan lagu nusantara dengan menyepakati waktu, tempat dan cara yang pas.


“Sehingga saling sinergi bukan clash atau konflik kepentingan. Solusinya mesti ada obrolan antargenerasi untuk saling memahami kebiasaan dan keunikan masing-masing soal tradisi siesta atau tidur siang dan ekonomi kreatif,” kata Soebhan.


Menurut dia, sudah saatnya Kota Makassar punya tempat khusus untuk lisan seni budaya dan ekonomi kreatif ibarat kawasan Reklamasi Pantai Losari.


“Waktunya sehabis tidur siang dan di luar waktu ibadah tentunya, sehingga saling dukung,” katanya.


Sementara Pengamat Kebijakan Publik, Lisman Manurung menyampaikan pergelaran konser musik di ruang-ruang publik harus menyesuaikan juga sehingga tidak memperlihatkan efek jelek kepada masyarakat setempat.


Andi Sudirman Sulaiman yang dikonfirmasi mengakui anak buahnya yang hentikan kegiatan tersebut bersama polisi karena program belum mengantongi izin.


“Selain itu juga, mengganggu warga sekitar dan sudah banyak aduan (mengenai kafe tersebut). Daerah permukiman, pendidikan dan bersahabat masjid serta rujab. Kami juga bila ada kegiatan terganggu serta ada anak kecil juga,” kata Andi Sudirman Sulaiman ketika dikonfirmasi.


Menurutnya sudah pernah dilakukan mediasi bersama warga, dan pemilik kafe berjanji tidak menciptakan program yang sanggup mengganggu lagi alasannya yaitu memang lokasinya di zona pemukiman.


Ditanya soal waktu tidur siangnya terganggu, Andi Sudirman mengatakan, beliau memang  dalam kondisi sakit ketika itu.


(dhe/pojoksatu)









>>Artikel Asli<<


FAST DOWNLOADads
Download
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url