Ulasan Film Dua Garis Biru

FAST DOWNLOADads
Download





Jakarta: Pasangan cukup umur Bima dan Dara masih berusia 17 tahun ketika memahami arti sebuah cinta dan komitmen. Nanar mata mereka begitu merekah ketika memandang satu sama lain.
 

Pada satu fase, gelora cinta Bima dan Dara melampaui batas dan berakibat fatal. Dara hamil di usia dini. Bima panik, belum siap menjadi bapak dan kepala rumah tangga. Dara berupaya supaya hal ini dirahasiakan terutama dari kedua orangtuanya.
 

Pertikaian dari masing-masing keluarga meledak ketika Dara tertangkap berair mengandung dan rencana masa depan berubah. Cita-cita Dara dan Bima terancam pupus.




Click to Expose





Bagaimana jawaban anda mengenai artikel ini?








Dua Garis Biru mengangkat kisah ijab kabul dini yang menjadi polemik penting di Indonesia. Kesiapan bibit (latar belakang), bebet (penampilan), bobot (kualitas diri) menyerupai pada filosofi Jawa menjadi barometer dasar sebelum berumahtangga.
 

Dara mewakili cukup umur wanita yang belum mempunyai kesiapan untuk mengerti emosi seorang ibu ketika mengandung, kondisi fisik ketika dan sehabis menikah. Dia pun harus melalui masa love-hate relationship dengan ibunya yang juga terkena imbas psikis.
 

Bima sebagai cukup umur pria mendadak harus bekerja banting tulang. Kondisinya belum mumpuni untuk berkomitmen memimpin keluarga. Satu sisi, ia berusaha tampak bertanggungjawab.
 

Bencana bagi mereka sekaligus anugerah diberikan satu nyawa baru. Dalam obrolan Dara dan Bima, mereka diingatkan untuk menimbang hal-hal mendatang sebelum mengambil keputusan. Bahwa menikah yaitu keputusan sekali, tetapi menjadi orangtua yaitu pekerjaan seumur hidup.
 

Pemain muda Angga Yunanda dan Adhisty Zara dalam Dua Garis Biru begitu dinantikan oleh penggemarnya, tetapi kehadiran para pemain senior tak luput dari penantian penonton segmen usia menengah dan lanjut. Penggemar sinetron Tersanjung akan terobati dengan hadirnya Lulu Tobing yang telah usang vakum dari panggung hiburan. Aksi Cut Mini Theo dan Dwi Sasono menjadi daya tarik lain dari film ini dalam pendalaman tugas masing-masing.
 

Gina S. Noer risikonya mencoba dingklik sutradara untuk kali pertama. Debutnya memimpin proyek film membawa penonton hanyut dalam obrolan dan penuturan tanpa jarak dan sekat antar pemain. Sebagai penonton, saya menyerupai membaca naskah yang runtut dibantu dengan visualisasi tokoh Angga Yunanda dan Adhisty Zara.
 

Penuturan obrolan dari pemain bukan sekadar interaksi, melainkan mempunyai maksud edukasi seks terhadap remaja. Intisari dalam dongeng juga ingin membagikan pesan perlu ada momen orangtua dan anak mendiskusikan cinta dan seks ketika anak mulai arif balik dan memasuki usia remaja.
 

Desas-desus penulis merangkap sutradara selalu menghasilkan karya yang menuai pujian, kembali dibuktikan oleh Gina S. Noer. Tak menutup kemungkinan predikat sutradara favorit mengekor di belakang nama Gina, sehabis banyak yang memercayakannya sebagai penulis naskah film pop.
 

Teori asal-usul nama Dua Garis Biru terungkap menjelang final cerita.
 
Dua Garis Biru
 

Sutradara: Gina S. Noer

Produksi: Wahana Kreator, Starvision

Penulis: Gina S. Noer

Pemain: Adhisty Zara (Zara JKT48), Angga Yunanda, Cut Mini Theo, Arswendy Bening Swara, Dwi Sasono, Lulu Tobing, Maisha Kanna, Rachel Amanda, Asri Welas

Durasi: 113 menit

Klasifikasi LSF: 13+

Rilis di bioskop: 11 Juli 2019
 


 


(ELG)






>>Artikel Asli<<


FAST DOWNLOADads
Download
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url