Inews Portal – Lifestyle

JAKARTA, iNews.id – Perancang busana Tanah Air yang populer dengan busana pengantin dan kebaya, Ferry Sunarto, kembali terlibat dalam perhelatan Festival Indonesia Moskow (FIM) di Moskow, Rusia, awal Agustus mendatang. Di perhelatan itu, Ferry akan mengenalkan kain Sulawesi Tenggara di fashion show tunggalnya.
FIM 2019 merupakan bazar tahunan keempat yang diadakan oleh Kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow. Ini juga menjadi tahun keempat bagi Ferry Sunarto terlibat dalam bazar tersebut.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mana Ferry memakai kain khas Bali dan batik, kali ini perancang busana kebaya ini akan memperkenalkan kain Sulawesi Tenggara lewat koleksi ‘pret-a-porter’ dan ‘couture spring/summer 2020’ bertemakan ‘de Posuo’.
“Dalam kesempatan ini, di tahun keempat, kita menentukan kain Sulawesi Tenggara, aku mengambil tema ‘de Posuo’ alasannya yaitu aku tertarik dengan budaya di sana yaitu Posuo,” kata Ferry Sunarto di program konferensi pers di The Tribrata, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/7/2019).

Posuo merupakan sebuah tradisi unik Sulawesi Tenggara, di mana anak gadis yang beranjak remaja dipingit selama delapan hari delapan malam demi menjaga kesucian gadis tersebut.
“Jadi, ada ritual tari-tarian yang diiringi oleh tabuhan gendang dan dihadiri oleh pemuka adat. Di sana mereka percaya jikalau salah satu gendang ada yang pecah, tandanya gadis itu tidak suci lagi,” kata Ferry.
Di perhelatan ini, Ferry memamerkan 30 koleksi busananya yang ringan dan cheerful sekaligus chic, serta sophisticated dengan warna-warna pastel nan lembut. Di antaranya butter yellow, mint green, dusty, pink, dan lavender.
“Pemilihan warna itu menjadi simbol canda tawa para gadis belia yang dituangkan dalam paduan kain tenun tangan khas Sulawesi Tenggara,” kata dia.
Koleksi ‘De Posuo’ ini akan ditampilkan perdana pada pergelaran FIM 2019 yang diselenggarakan di Taman Krasnaya Presnya, Moskow, 4 Agustus 2019. Sementara itu, FIM 2019 yang menampilkan fashion sampai kuliner Tanah Air tersebut akan diselenggarakan pada 2-4 Agustus mendatang.
Editor : Tuty Ocktaviany
