Seorang penganut breatharianism berpuasa kuliner padat selama 97 hari penuh.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Setiap orang membutuhkan energi untuk sanggup beraktivitas sehari-hari. Umumnya, energi didapatkan dari kuliner atau minuman, namun bukan itu yang dipopulerkan selebrgam berjulukan Audra Bear belum usang ini.
Bear memopulerkan cara tak biasa untuk mendapat energi, yakni melalui bernapas. Metode bernapas untuk mendapat energi ini dikenal sebagai breatharianism.
Sebagai penganut breatharianism, Bear tak pernah lagi mengonsumsi kuliner padat. Ia yang mengenal breatharianism delapan bulan kemudian hanya bernapas dan bergantung pada minuman untuk sanggup mencukupi kebutuhan energi hariannya. Tak hanya itu, Bear juga mengaku berpuasa selama 97 hari penuh untuk sanggup mencapai tingkat kesehatan yang optimal.
Breatharianism itu bersama-sama bukanlah hal baru. Pada 1980-an, breatharianism sempat menuai popularitas di Amerika Serikat. Namun, pengaruh negatif dari breatharianism terhadap kesehatan dan nutrisi tidak begitu dipahami masyarakat pada umumnya.
Bear mengaku pertama kali mengetahui soal breatharianism sekitar delapan bulan lalu. Kala itu, beliau mulai mempraktikkan pengaturan napas breatharianism selama 40 menit per hari selama lima hari. Ia juga menjauhi harapan untuk mengonsumsi kuliner padat.
Selama menjalani puasa 97 hari, Bear juga benar-benar menghindari kuliner padat. Ia hanya bergantung pada teh, jus, dan smoothie.
Melalui teknik bernapas breatharianism, Bear mengaku tak lagi mempunyai harapan untuk makan kuliner padat. Selebgram dengan 11.500 pengikut di Instagram iti hanya mengonsumsi kuliner padat sesekali saja selama menerapkan breatharianism. Dengan cara yang tak biasa ini, Bear mengaku berhasil menurunkan berat tubuh sebanyak 15 pon dan merasa lebih berenergi.
Banyak jago yang khawatir dengan popularitas breatharianism ini. Alasannya, breatharianism ini lebih menekankan pada pengaturan bernapas untuk mendapat energi yang dibutuhkan dalam acara sehari-hari.
Padahal, ada enam nutrisi dasar yang diharapkan insan semoga sanggup hidup secara sehat. Keenam nutrisi tersebut ialah air putih, protein, lemak, vitamin, mineral dan karbohidrat.
Keenam nutrisi ini sanggup didapatkan dari kuliner ataupun minuman. Selain itu, keenam nutrisi ini diharapkan dalam julah yang seimbang.
“(Breatharianism) ini merupakan praktik berbahaya dan mungkin berasal dari kurangnya pemahaman mengenai bagaimana tubuh bekerja,” ungkap pendiri Proactive Health Labs Joy Stepshenson-Laws, ibarat dilansir Fox News.
Stephenson-Laws menyampaikan kekurangan enam nutrisi esensial yang didapatkan dari kuliner dan minuman sanggup memberi pengaruh negatif bagi kesehatan. Dampak kesehatan ini tak hanya seputar kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental.
Stephenson-Laws juga menyampaikan liquid diet atau diet cair yang diterapkan penganut breatharianism bersama-sama hanya boleh diterapkan dalam jangka waktu pendek dan tertentu saja. Misalnya, untuk pasien yang gres menjalani operasi atau mekanisme yang menciptakan pasien sulit mendapat semua nutrisi penting melalui konsumsi kuliner padat.
“Anda tidak sanggup mempertahankan gaya hidup sehat hanya dengan menguasai cara mendapat energi melalui udara,” kata Stephenson-Laws.
Udara memang mengandung oksigen yang dibutuhkan oleh setiap sel tubuh semoga sanggup hidup dan menjalani fungsinya. Akan tetapi, sel-sel di dalam tubuh juga memakai oksigen untuk memetabolisme nutrisi yang didapatkan tubuh dikala makan dan untuk energi.
“Tanpa makanan, kita akan mempunyai kondisi kesehatan dan energi yang menurun,” terperinci Stephenson-Laws.
