Jason Ranti Kesal Jalani Syuting Film ‘Koboy Kampus’

FAST DOWNLOADads
Download





Jakarta, CNN Indonesia — Musisi Jason Ranti dipilih eksklusif oleh musisi sekaligus novelis Pidi Baiq untuk memerankan dirinya dalam film Koboy Kampus: Understanding the Panasdalam. Saat jumpa media, laki-laki yang biasa dipanggil Jeje ini bercerita bagaimana ia memerankan pentolan grup band The Panasdalam itu.


Awalnya, kata Jeje, ia menerima dongeng dari personel The Panasdalam bagaimana Ayah, panggilan Pidi, memilihnya. Kala itu Ayah menjajar sejumlah foto aktor di mana salah satu di antaranya ialah Jeje. Kemudian Ayah menunjuk secara acak sembari menutup mata.


Jari Ayah berhenti sempurna di foto Jeje. Kala itu Ayah menyebut Jeje menyerupai gembel sehingga cocok dengan dirinya. Menurut Jeje, dikala muda Pidi memang belum punya banyak uang sehingga masuk akal bila terlihat menyerupai gembel.


“Dia kaya kan tahun 2000-an ke atas, bila dulu belum kaya. Tahun 1995 itu ia miskin,” kata Jeje di tempat Sudirman Central Bussiness District (SCBD), Jakarta Selatan, Kamis (4/7).


Musisi yang telah merilis dua album ini menuturkan, proses syuting berjalan selama satu bulan. Kebanyakan syuting dilakukan di Institut Teknologi Bandung, kampus asal para personel The Panasdalam. Bagi Jeje, durasi sebulan ialah waktu yang usang untuk syuting dan menyebalkan.


Jeje menganggap rasa itu muncul alasannya ialah ia belum pernah melakoni syuting film. Koboy Kampus: Understanding the Panasdalam menjadi film pertama, membuatnya merasa seperti anak bawang.


“Itu gotong royong nongkrong di kampus, tapi direkam. Artis dibebaskan, tapi ya ada koridor,” kata Jeje menjelaskan proses syuting film yang disesuaikan dari kisah aktual ini.


Film yang diproduksi 69 Production dan MNC Pictures tersebut berkisah ihwal perjalanan grup band The Panasdalam yang dibuat Pidi pada 1995. Bukan hanya sebagai band, tapi juga sebagai negara berjulukan Negara Kesatuan The Panasdalam.


Kala itu Pidi berkuliah di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia menentukan mengkritik pemerintah di masa Orde Baru dengan cara kreatif ketimbang turun ke jalan menyerupai mahasiswa kebanyakan.


“Saya enggak mengerti ia (Ayah), saya yakin istrinya juga enggak ngerti banget. Makara (saya memerankan Ayah) itu interpretasi saya terhadap Pidi Baiq,” kata Jeje.


Dalam film, Pidi berperan sebagai sutradara dan penulis naskah. Tidak sendiri, ia dibantu Tubagus Deddy yang pernah menciptakan film dokumenter The Panasdalam pada 2013 silam.


Deddy mengungkapkan, ia sering bertemu dan berbagi dongeng dengan Pidi semenjak dulu. Kala itu Pidi juga bercerita kehidupan berkuliah di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) selama tujuh tahun.


“Kalau Dilan (Dilan 1990) jadi pertanyaan, bahwa itu Pidi atau bukan. Kalau Koboy Kampus ini sudah niscaya Pidi. Ia bercerita, saya rekam lalu menjadi skenario. Cerita mengalir, ada lagi di situ,” kata Deddy.


[Gambas:Video CNN] (adp/rea)









>>Artikel Asli<<


FAST DOWNLOADads
Download
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url