Kader Golkar Yang Ingin Maju Ketum Diperlukan Berkompetisi Secara Sehat

FAST DOWNLOADads
Download





 


Jakarta, Beritasatu.com – Kader Partai Golkar (PG) yang menginginkan maju sebagai ketua umum (ketum) dibutuhkan berkompetisi secara sehat. Sebab, PG merupakan partai yang demokratis dalam memilih kepemimpinan.


“Golkar itu partai terbuka, partai kader, dan partai yang demokratis. Kalau ada yang ingin maju, sanggup memimpin Golkar ke depan, membawa Golkar lebih baik lagi, silakan. Berkompetisi secara sehat,” kata Wakil Ketua Dewan Pembina PG, Theo L Sambuaga.


Hal itu disampaikan Theo kepada Beritasatu.com, Kamis (4/7). “Kita juga tidak menutup kemungkinan Pak Airlangga Hartarto untuk maju lagi sebagai ketum. Intinya berkompetisi sehat. Yakinkan jajaran Golkar bahwa yang akan maju benar-benar punya kemampuan,” ujar Theo.


Theo mengingatkan semoga kader-kader PG tidak saling memfitnah dan menyudutkan. Menjaga semoga gambaran PG senantiasa positif di tengah-tengah masyarakat.


“Saya optimistis kader-kader Golkar punya kedewasaan berdemokrasi, berorganisasi, dan berpartai,” tegas Theo.


Menurut Theo, konsolidasi internal menjadi sesuatu yang penting harus dilakukan. Merumuskan pemikiran-pemikiran serta konsepsi-konsepsi untuk dikontribusikan bagi pemerintahan gres mendatang.


Theo menuturkan, PG juga harus menyiapkan kader untuk mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Serentak 2020 di 270 daerah.


“Siapkan kader untuk Pilkada Serentak. Jajaran Golkar harus kompak.


Tidak ada Urgensi


Theo menilai, tak ada urgensi musyawarah nasional (munas) dipercepat. “Tidak ada urgensinya munas dipercepat. Sebab itu bisa dilaksanakan kalau ada kesalahan-kesalahan prinsip yang dilakukan pimpinan atau dilema darurat semisal pimpinan berhalangan tetap,” kat Theo.


Theo menyatakan, kondisi PG kini justru sangat positif. Airlangga disebut berhasil membawa PG melalui Pemilu Legislatif (Pileg) serta Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) dengan optimal. PG bahu-membahu dengan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) sukses memenangkan Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf).


Terlepas dari Jokowi-Ma’ruf bisa merebut hati rakyat, lanjut Theo, tapi kerja dan bantuan PG serta partai-partai koalisi cukup signifikan mengantarkan kemenangan.


Theo menuturkan, PG juga meraih perolehan dingklik signifikan di DPR. “Golkar kan nomor dua di parlemen. Sebelumnya banyak pengamat katakan Golkar hanya sanggup 7 persen suara, buktinya justru 12,31 persen,” ucap Theo.


Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PG Lodewijk Freidrich Paulus mengungkap, Munas PG tetap akan dilaksanakan pada Desember 2019. “Kami di DPP melihat tidak ada alasan (munas dipercepat). Tetap Desember 2019,” kata Lodewijk.


Mengenai keberhasilan PG dalam Pemilu, Lodewijk menyatakan, elektabilitas PG sempat berada di angka 6-9 persen menurut survei internal. “Setelah kami bekerja, alhamdulillah bunyi kita bisa sanggup 12,31 persen,” imbuh Lodewijk.



Sumber: Suara Pembaruan









>>Artikel Asli<<


FAST DOWNLOADads
Download
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url