Sohibul berharap, empat penyakit itu sanggup segera diatasi secara bersama-sama
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman mengungkapkan permasalahan dalam panggung perpolitikan di Indonesia. Menurutnya, terdapat empat permasalahan (penyakit) yang sudah kronis. “Pertama, politik berbiaya tinggi,” kata Sohibul dalam sambutannya di program halalbihalal Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Hotel Westin, Jakarta Selatan, Jumat (5/7).
Sohibul mengatakan, berbiaya tinggi menyebabkan peluang untuk menjadi pemimpin hanya dimiliki orang yang mempunyai uang. Padahal, beliau menyebut, orang tersebut belum tentu mempunyai integritas dan kapasitas yang mumpuni.
“Saya kira orang yang berintegritas tapi tak punya isi tas tidak sanggup menjawab (terlibat) sirkulasi kepemimpinan nasional,” ucapnya.
Kedua, ialah munculnya oligarki politik yang diakibatkan mahalnya biaya politik (high cost politics). Dia menjelaskan, pemodal turut terlibat dalam membiayai sesorang semoga sanggup berkuasa.
Mantan Rektor Universitas Paramadina itu berpendapat, oligarki politik sangat berbahaya. Sebab, sekelompok orang yang mempunyai modal akan mengontrol arah perpolitikan Indonesia kedepan. “Ketiga, terjadi yang aku sebut sebagai interlocking politik (politik saling mengunci, Red) alasannya basisnya pada oligarki,” ucapnya.
Hal itu akan menutup komunikasi tanpa ada keterbukaan dalam memajukan bangsa Indonesia. Karena, setiap pemimpin yang didanai akan mengikuti komando atau perintah dari pemilik modal.
“Keempat, adanya politik yang insoliutif. Politik yang berputar-putar pada dirinya sendiri, begitu ruyung dan begitu gaduh,” ucapnya.
Politik tersebut, lanjut Sohibul, tidak menawarkan manfaat yang terperinci bagi masyarakat. Bahkan, beliau menyebut, tak ada dampak, baik pada sektor ekonomi, kesejahteraan masyarakat, maupun perbaikan struktur sosial.
Kedepannya, beliau berharap, empat penyakit itu sanggup segera diatasi secara bersama-sama. “Penyakit ini perlu menjadi materi perenungan bagi kita bersama bagaimana perpolitikan kita kedepan menjadi lebih baik,” ujarnya.
