Musik Sanggup Ringankan Rasa Sakit Alasannya Kanker

Jakarta, CNN Indonesia — Musik bukan hanya sekadar hiburan. Mendengarkan musik ternyata sanggup mengurangi rasa sakit dari sel kanker yang ganas dan menyebar cepat di dalam tubuh.
Penelitian terbaru memperlihatkan mendengarkan musik di rumah sanggup mengurangi rasa sakit dan kelelahan alasannya yaitu kanker. Mendengarkan musik juga sanggup mengurangi tanda-tanda kanker menyerupai kehilangan nafsu makan dan kesulitan berkonsentrasi.
Studi dari Taiwan yang gres saja dipublikasikan di European Journal of Cancer Care ini menganalisis pasien kanker payudara yang diminta untuk mendengarkan musik selama 30 menit sebanyak lima kali dalam seminggu. Sebanyak 60 pasien kanker payudara terlibat dalam penelitian ini.
Sebagian pasien diberikan isyarat untuk mendengarkan jenis musik ambient, terutama dari bunyi lingkungan. Hasilnya, jenis musik ini tidak terlalu banyak mengurangi rasa sakit atau tanda-tanda kanker.
Sebagian lainnya diminta mendengarkan musik yang terdapat dalam pemutar MP3 yang sudah disediakan. Di dalamnya terdapat pilihan musik klasik, parlor, populer, Taiwan, dan religius.
Hasilnya, mendengarkan musik ini sanggup mengurangi efek samping kanker dan pengobatan yang berlangsung selama 24 pekan.
Para pasien menyebut musik membantu kesehatan fisik dan psikologis mereka alasannya yaitu menjauhkan diri dari pikiran negatif ihwal kanker. Mendengarkan musik sanggup memacu hormon endorfin, dopamin, dan serotonin di otak. Hormon-hormon ini memicu kegembiraan dan emosi positif yang mengalihkan perhatian pasien dari emosi negatif.
Musik juga sanggup memengaruhi fungsi sistem kardiovaskular, pernapasan, otot, kerangka, saraf, dan metabolisme, meredakan ketegangan otot dan rasa sakit.
Peneliti pun menyimpulkan terapi musik ini menawarkan manfaat yang baik untuk pasien kanker.
“Terapi musik itu nyaman, tidak melibatkan mekanisme invasif, dan sanggup dengan gampang dipakai oleh orang-orang di rumah mereka,” kata peneliti Kuei Ru Chou dari Taipei Medical University, kepada Reuters.
“Intervensi musik berbasis rumah juga tak butuh biaya. Karena perawatan di rumah kini ini sanggup sangat mahal harganya.”
[Gambas:Video CNN] (ptj/chs)
