Udara Jakarta Tak Sehat, Legislator: Pr Bagi Pemprov Dki

FAST DOWNLOADads
Download





Legislator menilai buruknya kualitas udara efek tingginya jumlah kendaran pribadi.


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Anggota Komisi A DPRD DKI Gembong Warsono menilai kualitas udara Jakarta yang tidak sehat merupakan pekerjaan rumah (PR) bagi pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, buruknya kualitas udara Jakarta yakni efek dari masih tingginya jumlah kendaraan langsung di jalanan.


“PR bagi pemprov DKI Jakarta, artinya bagaimana warga dapat beralih dari kendaraan langsung ke kendaraan massal,” katanya, Kamis (27/6).


“Transportasi massal, pemprov sudah mulai memperbaiki tapi ini tantangan yang dihadapi. Bagaimana mensosialisasikan secara masif semoga masyarakat kita mau berpindah ke transportasi massal,” ujar Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI itu melanjutkan.


Guna menarik minat warga, ia melanjutkan, pemprov tidak dapat hanya menghimbau tanpa memperbaiki sistem transportasinya. Menurut Gembong pengintegrasian transportasi umum harus segera dilakukan semoga minat warga beralih ke kendaraan umum semakin bertambah.


“Transportasi kita masih parsial belum terkoneksi, kedepan ini jadi tantangan semoga transportasi kita terintegrasi dengan seluruh transportasi yang ada. Misalkan Kwk terintergarasi Transjakarta, Transjakarta ke MRT,” jelasnya.


Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dikala ditemui usai rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu, mengatakan, penyebab polusi udara alasannya yakni dikala ini 25 persen memakai kendaraan umum, sementara 75 persen kendaraan pribadi. Anies juga terus mendorong pengintegrasian antartransportasi, penuntasan proyek-proyek pembangunan kendaraan umum massal, ekspansi Transjakarta dan ketersambungan antarmoda. Sehingga pada 2030, ia menargetkan sebanyak 75 persen warga Jakarta sudah beralih ke kendaraan umum.


Berdasarkan data dari penyedia peta polusi udara online AirVisual, kualitas udara Jakarta pada Selasa pagi (25/06) sempat menyentuh angka air quality index (AQI) sebesar 216, tidak sehat nomor dua sehabis Lahore, Pakistan. Sedangkan pada Kamis malam, menurut AirVisual meski AQI turun menjadi 152, kualitas udara Jakarta tetap tidak sehat kedua sehabis Hangzhou, China.









>>Artikel Asli<<


FAST DOWNLOADads
Download
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url