Kepentingan Politik Dan ‘Banjir’ Politikus Daftar Calon Bpk

FAST DOWNLOADads
Download





Jakarta, CNN Indonesia — Belasan nama politikus ‘membanjiri’ daftar nama calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periode 2019-2024. Mereka akan bersaing dengan puluhan nama lain, termasuk calon petahana.


Dari daftar nama yang diterima CNNIndonesia.com yang juga telah dikonfirmasi ke anggota Komisi XI DPR RI Johnny G Plate dan Hendrawan Supratikno, terdapat 64 nama calon anggota BPK periode 2019-2024.


“Ada 64 yang mendaftar, kini registrasi, seleksi administratif di Komisi XI,” kata Johnny, Jakarta, Kamis (4/7).


Dari daftar nama yang mendaftar jadi calon anggota BPK itu setidaknya terdapat 15 nama politikus. Mereka di antaranya ialah Wakil Ketua Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf, politikus PPP Akhmad Muqowam, dan politikus PKB Haryo Budi Wibowo.


Kemudian terdapat empat nama politikus Partai Gerindra yaitu Pius Lustrilanang, Ferry Joko Juliantono, Wilgo Zainar, dan Haerul Saleh. Selanjutnya politikus Golkar Ahmadi Noor Supit, politikus Demokrat Gunawan Adji, politikus PAN Tjatur Sapto Edy, dan dua politikus PDIP Sahala Benny Pasaribu dan Daniel Lumban Tobing.


Menanggapi membanjirnya para politikus itu, Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran Kunto Adi Wibowo menilai itu terkait dengan kepentingan politik untuk Pemilu 2024.


Kunto menilai dengan menjadi anggota BPK sanggup menciptakan para politikus untuk mempunyai data terkait keuangan kawasan atau kementerian untuk dipetakan dan menjadi salah satu sumber informasi di Pemilu 2024.


“BPK punya banyak data, mulai dari keuangan kawasan sampai kementerian yang sanggup dimanfaatkan untuk memetakan wilayah kementerian strategis atau banyak bolongnya untuk diserang di DPR atau sanggup untuk 2024 mengingat visibilitas data itu,” ujar Kunto ketika dihubungi, Kamis (4/7).


Selain itu, sambungnya, tak sanggup dipungkiri bahwa BPK merupakan salah satu instrumen yang penting dalam membentuk opini publik terkait kinerja penyelenggara negara. Pasalnya, BPK mempunyai kewenangan terhadap laporan keuangan sebuah lembaga. Pun begitu terkait transparansi manajemen serta penanganan gosip korupsi yang juga kerap melibatkan BPK.


“Isu korupsi, transparansi administrasi, dan penyelenggaraan negara itu masih gosip penting,” ujar Kunto.


Sementara itu, anggota Komisi XI DPR Hendrawan Supratikno menilai membanjirnya para politikus di pendaftaran calon anggota BPK tersebut tak ada yang perlu dipersoalkan.


Dia menyampaikan nama politikus terpilih untuk menduduki jabatan anggota BPK sudah pernah terjadi. Menurutnya, politikus yang menjadi anggota BPK pun harus mengubah perilakunya alasannya ialah tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi) BPK yang berbeda dengan DPR atau forum politik lainnya.


“Tupoksi dan lingkungan yang gres kita harapkan melahirkan himpunan sikap berbeda, orang yang ada di DPR tentu perilakunya berbeda jika orang itu berada di forum yang lain. Sudah ada di BPK orang-orang yang latar belakangnya partai politik, terus apa masalahnya? Yang penting kompetensinya cocok dengan tuntutan, pekerjaaan yang dikerjakan,” ujar politikus PDIP tersebut.


Jumlah pendaftar seleksi calon anggota BPK itu berkurang dari semula sebanyak 64 orang. Mereka yang diketahui telah memutuskan mundur dan menarik berkas ialah politikus Gerindra Fery Juliantono dan Dubes RI di Malaysia yang juga politikus PKB Rusdi Kirana.


[Gambas:Video CNN] (mts/kid)








>>Artikel Asli<<


FAST DOWNLOADads
Download
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url