Pemilihan Wakil Bupati Bekasi, Pengamat: Awas Dinasti Politik

FAST DOWNLOADads
Download






TEMPO.CO, Bekasi -Partai Golkar Kabupaten Bekasi menjaring 18 orang menjadi bakal calon Wakil Bupati Bekasi sisa masa jabatan 2017-2022.


Diantara nama-nama yang masuk, satu merupakan adik terpidana masalah suap proyek Meikarta, Tuti Yasin.


Baca : 18 Calon Wakil Bupati Bekasi, Ada Adik Terpidana Suap Meikarta


Tuti merupakan adik Neneng Hasanah Yasin, Bupati Bekasi yang terpilih pada Pemilihan Kepala Daerah 2017 lalu. Neneng ditangkap KPK alasannya masalah suap perizinan proyek Meikarta yang dikembangkan kelompok Lippo. Neneng divonis enam tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Bandung alasannya terbukti mendapatkan suap belasan miliar rupiah.


Selama kekosongan jabatan, posisi Neneng diisi oleh Eka Supria Atmaja yang merupakan wakilnya. Eka ditunjuk menjadi pelaksana kiprah Bupati Bekasi, hingga karenanya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melantiknya menjadi Bupati Bekasi definitif pada Juni lalu. Untuk mengisi posisi Wabup, Golkar sebagai partai pengusung di Pilkada membuka penjaringan.


Pengamat Hukum dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Slamet Pribadi menyampaikan secara aturan tidak ada larangan mengenai dinasti politik, akan tetapi dinasti politik berdasarkan dia, mempunyai resiko besar terjadinya korupsi.


Bupati Bekasi non aktif Neneng Hasanah Yasin dan beberapa pejabat tinggi tempat Bekasi mengikutii sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu, 8 Mei 2019. Neneng dan pejabat lainnya didakwa mendapatkan suap proyek Meikarta sebesar Rp 18 miliar dengan bahaya eksekusi maksimal 20 tahun. TEMPO/Prima Mulia


“Dinasti itu menyebabkan nepotisme, itu pemicu korupsi, sanggup individual, sanggup secara berjenjang. Karena seperti negara ini milik yang bersangkutan, kemudian negara ini atau wilayah ini diturunkan ke dinastinya,” ungkapnya di Bekasi, Jumat, 5 Juli 2019.


Meski demikian, ia enggan mengomentari lebih jauh ihwal pencalonan adik kandung Neneng Hasanah Yasin. “Kejahatan itu tidak sanggup diwariskan, kalau soal perdata itu sanggup diwariskan. Kalau kejahatan tidak bisa, itu urusan pribadi,” kata dia.


Ia berpandangan, dinasti politik sanggup berdampak kasatmata kalau mempunyai niatan baik.


Baca : Lantik Bupati Bekasi yang Baru, Ridwan Kamil Sebut Banyak Godaan di Bekasi


“Dinasti itu enggak apa-apa kalau beliau baik, yang dilarang itu kalau tidak baik, itu dalam pandangan sempit saya,” ujar mantan juru bicara Divisi Humas Polisi Republik Indonesia ini. Karena itu, berdasarkan dia, cawabup Bekasi yang ideal yaitu mereka yang paham soal administrasi, aturan dan taat asas.


Sebelumnya adik Neneng Hasanah Yasin, menyampaikan maju mendaftar Calon Wakil Bupati Bekasi alasannya terpanggil sebagai putri tempat yang faham dengan Kabupaten Bekasi. “Saya ingin membangun bersama Bang Eka (Bupati),” kata Tuti di Kantor DPD Partai Golkar, Kabupaten Bekasi pada Senin lalu.









>>Artikel Asli<<


FAST DOWNLOADads
Download
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url