Senang Dapat Mainkan Celentung, Mahasiswa Thailand Ingin Kembali Ke Selaawi

FAST DOWNLOADads
Download





KEBAHAGIAAN tampak tergambar terperinci dari raut muka Kanapar Rianrom (20), mahasiswa Thoksin University, Thailand, sesaat sesudah turun dari panggung pertunjukan malam kebudayaan Social Enterprise for Economic Development (SEED) Unpar 2019 di halaman Kantor Kecamatan Selaawi, Garut, Rabu 3 Juli 2019 malam. Saat itu mahasiswa yang bersahabat disapa Nuni ini gres saja selesai mengambarkan kebolehannya memainkan alat musik tradisional khas Selaawi, celentung bersama rekan-rekannya sesama mahasiswa Thailnad dan juga mahasiswa Filipina.


Ditemui seusai pentas, Nuni mengaku sangat bahagia sanggup mencar ilmu sekaligus bermain alat musik celentung yang menurutnya sangat unik dan tak didapatkan di tempat atau negara lain. Yang utama, celentung ini merupakan alat musik tradisional yang belum usang ditemukan dan diciptakan akan tetapi kehabatannya tak kalah dengan alat musik lainnya yang sudah populer sekalipun.


“Saya sangat suka celentung alasannya yaitu ini alat musik tradisional. Di Thailand tak ada celentung dan saya pribadi menyukainya dikala pertama mendengar suaranya,” ujar Nuni dengan memakai bahasa Indonesia yang belum begitu fasih.


Nuni sendiri merupakan salah satu mahasiswa yang tengah melaksanakan kegiatan bakti masyarakat di Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut bersama puluhan mahasiswa lainnya. Kegiatan ini diprakarsai Universitas Katholik Parahyangan (Unpar) melalui aktivitas Social Enterprise for Economic Development (SEED) Unpar 2019.


Dalam melaksanakan kegiatan ini, Unpar memang tidak hanya membawa para mahasiswanya akan tetapi juga mahasiswa dari negara ASEAN yakni Thailand dan Filipna. Mereka berada di Selaawi selama sembilan hari dengan tujuan melaksanakan penelitian terkait potensi yang ada di Selaawi untuk kemudian dicarikan solusinya supaya potensi tersebut sanggup mendongkrak perekonomian warga setempat.


Pada hari terakhir kegiatan penelitian ini, pihak panitia menyelenggarakan kegiatan malam budaya yang menampilkan banyak sekali kebudayaan. Yang ditampilkan di sini bukan hanya kebudayaan tradisional setempat akan tetapi juga kebudayaan dari banyak sekali tempat di Indonesia dan juga kebudayaan negara Thailand dan Filipina.


Sederhana


Untuk kebudayaan tradisional Selaawi, panitia salah satunya menampilkan alat musik tradisional berjulukan celentung. Alat musik ini terbuat dari bambu dengan bentuk yang terbilang sederhana akan tetapi sanggup menghasilkan bunyi yang tak kalah dengan alat musik lainnya.


Uniknya lagi, para mahasiswa dari Thailand dan Filipina juga diberi kesempatan untuk memainkan alat musik tradisional khas Selaawi ini. Padahal sebelumnya mereka hanya memiliki kesempatan mencar ilmu memainkannya tiga hari saja. 


Hal inilah yang diakui Nuni sangat berkesan bagi dirinya dan juga rekan-rekan mahasiswa dari Thailand serta Filipina. Mereka pun mengharapkan suatu dikala sanggup kembali ke Selaawi untuk lebih mempelajari memainkan celetung.


“Saya dan rekan-rekan saya deari Thailand serta Filipina sangat ingin kembali ke sini. Saya ingin mencar ilmu lebih supaya sanggup lebih hebat memainkan celentung yang suaranya sangat kami kagumi ini,” katanya.


Ia juga menuturkan, selama sembilan hari berada di Selaawi ini, bersama mahasiswa lainnya mencoba menggali potensi yang ada di Selaawi. Ternyata bambu merupakan sumber daya alam yang paling berpotensi alasannya yaitu selain melimpah, juga sanggup dijadikan menyebarkan macam hiasan, peralatan rumah tangga, hingga alat musik menyerupai halnya celentung.


Potensi tersebut tuturnya, kemudian bahu-membahu dicarikan solusinya supaya sanggup lebih dimanfaatkan guna lebih mendongkrak pengembangan prekonomian warga. Ini juga diakuinya sebagai sebuah pengalaman yang sangat mengesankan dan takan gampang terlupakan.


Natural


Hal lain yang membuatnya juga sangat terkesan sehingga ingin kembali ke Selaawi, tambah Nuni, keramahan warga yang sangat natural. Selama sembilan hari berada di Selaawi, Nuni dan mahasiswa lainnya tinggal di rumah warga sehingga ia benar-benar sanggup berbaur dengan kehidupan sehari-hari warga sekitar.


Selain itu, Nuni juga sangat menyukai banyak sekali jenis kuliner yang pernah dirasakannya menyerupai sambal, kerupuk, lotek, seblak, tempe, tahu, dan yang lainnya.


“Semua makanannya enak-enak, terutama sambal buatan teteh dan bapak. Pokoknya semuanya bikin terkesan dan tak kan sanggup terlupakan,” ucap Nuni.


Sementara itu Ketua Panitia SEED Unpar 2019, Fernando Mulia mengatakan, kegiatan SEED Unpar ini rution dilaksanakan dan untuk tahun ini dilaksanakan di Kecamatan Selaawi. Kegiatan ini lebih diarahkan untuk melaksanakan penelitian supaya sanggup menggali potensi lokal yang ada untuk kemudian dicarikan solusinya untuk pengembangan ekonomi.


Fernando menyebutkan, sebelumnya para mahasiswa ini terlebih dahulu dibekali dengan materi. Dalam kegiatan SEED tahun ini, selain mahasiswa Unpar, pihaknya juga megundang mahasiswa dari beberapa tempat di Indonesia dan juga dari negara Thailand dan Filipina.


Zero waste


Di tempat yang sama, Camat Selaawi, Ridwan Effendi mengaku sangat mengapresiasi kehadiran para mahasiswa dari Unpar serta yang lainnya di daerahnya. Kegiatan ini dinilainya sangat besar keuntungannya dan membantu meningkatkan pengembangan ekonomi di daerahnya.


“Banyak sekali solusi yang mereka berikan atas melimpahnya potensi yang kami miliki di sini. Salah satu solusi yang diberikan antara lain soal limbah bambu dimana bambu ini sanggup zero waste, tak ada yang terbuang dari mulai daun, batang, hingga akar,” kata Ridwan.


Lebih jauh disampaikannya, salah satu solusi yang didapatkan dari kegiatan ini ternyata daun bambu sanggup dibentuk teh. Begitupun penggalan bambu yang ternyata sanggup dimanfaatkan untuk materi kosmetik.


Di sisi lain Ridwan mengaku besar hati alasannya yaitu ternyata hasil karya masyarakat Selaawi berupa alat musik tradisional celentung yang terbuat dari bambu, sangat disukai para mahasiswa baik dari Unpar maupun Thailand dan Filipina. Bahkan mereka sangat berminat untuk mempelajari cara memainkan celentung yang berdasarkan mereka punya bunyi yang khas dan mengagumkan meski bentuknya terbilang sederhana.(Aep Hendy/Kabar Priangan)***  






>>Artikel Asli<<


FAST DOWNLOADads
Download
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url